hai kamu.
iya, kamu yang bermata cokelat terang.
iya, kamu yang selalu aku tunggu.
baca ini.
1 tahun lebih 1 bulan 20 hari. 4 September 2011,
remember that day? yes. the day you left me.
and the worst part is, the goodbye wasn't came out from your mouth.
I was thinking, 'what have I done? what's my fault?' all over and over again.
crying, wondering, falling.
sepertinya, aku terlalu jatuh cinta untuk melepaskan.
tapi itu dulu. itu hanya awalnya.
aku tahu aku akan baik-baik saja. meskipun tidak se-'baik-baik saja' seperti saat kamu ada.
life goes on, you're gone, and I was trying to deal with it.
aku sudah hampir lupa. tapi kamu kembali menyapa.
aku kira aku bisa melupakan. I was wrong. sepertinya kamu bertolak belakang dengan kata 'dilupakan'.
mungkin selama ini aku bukan berusaha melupakan. mungkin selama ini aku hanya berusaha terbiasa tanpa kamu.
mungkin sebenarnya selama ini aku menunggu. meskipun kamu berulang kali menyapa lalu meninggalkan.
menunggu tanpa tahu apa yang ditunggu. menunggu kamu sadar lalu kembali, mungkin?
tapi tak apa, toh kedatangan singkatmu sudah mampu membuatku senang.
bukankah lebih baik begitu, kamu mengabariku sekali-sekali, daripada tidak sama sekali?
but then, she came.
dia datang dan kamu menerima. lalu, pertanyaan itu mulai muncul,
mengapa kembali jika akhirnya pergi lagi? mengapa memberi harapan jika tidak berniat bertahan?
aku lupa bagaimana rasanya saat itu. mungkin aku sudah mati rasa. sudah terlalu kebal untuk diberi luka.
kamu tahu apa yang aku lakukan setelahnya?
I still there, waiting. hopeless, but hoping.
aku juga tidak mengerti kenapa aku terus menunggu.
"aku menunggumu sudah lama. mereka bilang aku bodoh. aku bilang, aku jatuh cinta."
dan hari itu tiba.
9 Juli 2012. MOS hari pertama. pembagian kelas XI dan XII.
aku mencari namaku. XI IPA 4, absen 20. lalu pandanganku mengarah ke atas, mencari satu nama di kelas yang sama. dan seperti yang sudah kuduga,
namamu ada di sana, XI IPA 4, absen 03. kita satu kelas lagi.
bukannya aku tidak senang, bukan. aku hanya khawatir. bagaimana bisa aku bertahan satu tahun dengan kamu, yang hanya berjarak beberapa bangku?
so, it was awkward at the beginning. we didn't talk to each other.
I pretended that you're invisible, and so did you.
look how smart we were pretending.
tapi, pada akhirnya, kita sama-sama lelah. sama-sama menyerah.
pada akhirnya, kita sama-sama membuka topeng. berkata tentang apa yang dirasa. bergumam tentang apa yang telah lama dipendam.
aku tidak tahu pasti kapan kamu menyadari, lalu kembali. dan aku masih tetap di sini.
masih menunggu. harusnya kamu tahu itu, sejak dulu.
ternyata, kita ini dua orang yang terlalu pandai dalam berpura-pura.
sama-sama ingin menyapa, tapi malah membuang muka.
sama-sama rindu, tapi tidak ada yang mau mengatakan lebih dulu.
menghabiskan satu tahun dengan sama-sama menunggu.
maybe, we need to be apart just to understand how much we truly need each other.
mungkin kita baru mengerti setelah kehilangan. mungkin kita memang harus belajar dari perpisahan.
dan yang terakhir, tentang ragu itu, bukannya aku ragu dengan perasaanku.
mungkin aku hanya terlalu berhati-hati pada hati. aku hanya tidak mau jatuh terlalu dalam, lagi.
jika memang berniat bertahan, jangan meninggalkan. hanya karena aku menunggumu selama ini, bukan berarti aku akan menunggu selamanya.
tapi untuk saat ini, masih dengan perasaan yang sama, aku masih di sini.
dan masih akan tetap di sini, sampai nanti kamu sendiri yang mendesakku pergi.
"aku mau jika harus mencintaimu sekali lagi. tapi kali ini, boleh tanpa ada patah hati?"
oh, satu lagi, terimakasih sudah kembali. terimakasih untuk tidak mensia-siakan "menunggu"ku.
ini cerita tentang aku, kamu, dan sebagian kecil pasar buah kenangan.
selamat tanggal 24 November, s! <3